Selasa, 27 Desember 2011

MANAJEMEN PELAYANAN PUBLIK PADA BAGIAN ADMINISTRASI PEMBANGUNAN


A.    PENDAHULUAN

Pemerintah Kabupaten merupakan bentuk pemerintahan yang otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999  Tentang  Pemerintahan  Daerah  atau  yang  lebih  dikenal  dengan  Undang-undang  Otonomi  Daerah  sebagaimana  telah  diubah  dengan  UU  Nomor  32  Tahun  2004. Dalam  Undang-undang  tersebut, tugas  serta  kewenangan Pemerintah Kabupaten  sangat luas  dan  kompleks,  dimana  begitu  banyak  kewenangan  yang  dapat  dilaksanakan  dalam  menyelenggarakan  urusan  rumah  tangga  daerah untuk  mensejahterakan  masyarakat.  Keanekaragaman tugas-tugas Pemerintah Kabupaten dapat dirumuskan dalam tugas-tugas pokok yang  berkaitan  dengan Penyelenggaraan urusan Pemerintahan  Umum, Pelaksanaan  Pembangunan dan Pembinaan  Kemasyarakatan, hal tersebut merupakan tugas-tugas pemerintahan secara makro yang wajib dilaksanakan setiap pemerintah kabupaten/kota.
Dalam  rangka  kelancaran  dan  kesuksesan  pelaksanaan  tugas  dan  pekerjaan  Pemerintah  Daerah  tesebut,  maka  masing-masing  Pemerintah  Daerah  mengembangkan  inisiatif  agar  dapat  mampu  membangun  dan  mensejahterakan  masyarakatnya,  antara  lain  dengan  membentuk  unit-unit  kerja  sebagai  perangkat  daerah.  Salah  satu  perangkat  daerah  yang  akan  melaksanakan  fungsi-fungsi  administrasi pelayanan publik adalah Bagian Administrasi Pembangunan. 
Sebagai  unsur  utama   pelaksana  pemberian  pelayanan  kepada  masyarakat,  aparatur  pemerintah  selalu  dituntut  untuk  mampu  menghayati  peran  dan  posisinya  sebagai  pelayan  masyarakat  yang  tidak  bersifat  mencari  keuntungan,  melainkan  adanya  misi  khusus  yang  perlu  diwujudkan  yaitu,  keadilan,  kemandirian  dan  kesejahteraan  rakyat.  Berdasarkan  penegasan tersebut  di atas, maka aparatur pemerintah  sebagai abdi negara dan abdi masyarakat  dalam  memberikan pelayanan  kepada masyarakat umum  dituntut  untuk melaksanakannya secara profesional dan berlanjut  agar masyarakat  dapat  memberikan  pandangan positif  yang ditimbulkan  oleh perasaan puas,  terutama  aparat  pada  tingkat  kecamatan yang  langsung  berhubungan  dengan  segala  keperluan  masyarakat.  Hal  ini  disebabkan  oleh  adanya tuntutan akan kualitas pelayanan umum yang baik  yang semakin mendesak  sejalan dengan perkembangan masyarakat. Disatu pihak masyarakat  mengetahui  haknya untuk dilayani dan di lain pihak aparat pemerintah sadar akan kewajibannya untuk bersikap dan berperilaku  sebagai pelayan  yang baik.
Kinerja  aparat  pada Bagian Administrasi Pembangunan dalam  memberikan  pelayanan  yang  prima  masih  kurang  otptimal  dilaksanakan,  dimana   hasil  pengamatan  empirik   menunjukkan   bahwa  kurangnya pemberian  pelayanan  publik  dalam  mewujudkan  pelayanan  yang  prima  antara  lain disebabkan  :
a.       Kurangnya  kesadaran aparat pemerintah  yang  ada  terhadap tugas dan tanggung jawabnya sebagai abdi masyarakat.
b.       Pengorganisasian tugas pelayanan  publik  belum serasi  antar  semua  staf  yang ada,  sehingga terjadi kesimpangsiuran penanganan  tugas, tumpang tindih atau tercecernya suatu tugas karena tidak ada yang menangani. 
c.        Kurang tersedianya  sarana  pelayanan yang  memadai.
d.       Adanya pilih kasih  dalam  memberikan  pelayanan kepada masyarakat.
Sehubungan  dengan  hal tersebut diatas, maka  Kami  menganggap  sangat  penting  mengadakan  suatu  kajian  analisis  mengenai  kinerja  aparat  yang  ada  pada  tingkat  kecamatan  sehubungan  dengan  tugas  yang  diberikan. 

B.     PERUMUSAN MASALAH

Sehubungan dengan Isu Aktual diatas, maka dapat dirumuskan masalah yang paling urgen terhadap tuntutan masyarakat  khususnya  di  Bagian Administrasi Pembangunan  terhadap  Kinerja  pelayanan  aparat sesuai standar pelayanan yang ada saat ini.  Untuk  itu,  maka  masalah-masalah  yang  ada  dapat  dirumuskan  sebagai  berikut  :
1)           Masih rendahnya kinerja sumber daya manusia aparatur  pada  Kantor  Bagian Administrasi Pembangunan  Kabupaten  Sidenreng  Rappang.
2)           Masih  rendahnya   sistem  pelayanan  aparatur  pemerintah  pada  Kantor  Bagian Administrasi Pembangunan  Kabupaten  Sidenreng  Rappang.
3)           Masih  kurangnya sarana dan prasarana  penyelenggaraan  pemerintahan,  pembangunan  dan  pembinaan  kemasyarakatan  pada  Kantor  Bagian Administrasi Pembangunan  Kabupaten  Sidenreng  Rappang.

C.    PEMBAHASAN

Sasaran dan tujuan  dari  Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang didasarkan pada Visi dan Misi yang telah  ditetapkan  berdasarkan  Rencana  Strategis  yang  telah  diamanatkan  dalam  Garis-garis Besar Haluan Pembangunan Daerah (GBHPD) Kabupaten Sidenreng Rappang  2001-2005  yakni  ingin  Mewujudkan  Kabupaten  Sidenreng  Rappang  Sebagai  Pusat  Pengembangan  Agrobisnis,  Mandiri, Berbudaya  dan  Religius. Sehingga  Visi  Pemerintah  Bagian Administrasi Pembangunan  terintegrasi pada  Visi   Pemerintah  Kabupaten.
1.       Visi
Visi  merupakan  cara  pandang  atau  cita-cita  yang  ingin  diwujudkan  pada  masa  yang  akan  datang,  dimana  visi  tersebut  merupakan  suatu  tujuan  jangka  panjang  yang  ingin  diwujudkan  oleh  seseorang  atau  unit  kerja.
2.       Misi
Untuk dapat  mewujudkan Visi, maka disusun Misi Organisasi  Pemerintah  sebagai  suatu  rangkaian  kegiatan  yang  diharapkan  dapat  mewujudkan  visi  yang  telah  ditetapkan.
3.       Faktor  Eksternal  dan  Faktor  Internal
Dalam rangka pencapaian Visi dan Misi Organisasi perlu dilakukan analisis lingkungan strategis organisasi pada Bagian Administrasi Pembangunan baik yang bersumber dari dalam organisasi (faktor Internal) maupun yang bersumber dari luar organisasi (faktor eksternal) dengan pendekatan analisis (Srtenghts, Weakneses, Opportunities, Treaths = SWOT) yaitu:

a.       Faktor  Internal
1)   Kekuatan (Strenghts)
a)      Adanya  Peraturan  Daerah
b)      Adanya  dukungan  pimpinan
c)      Jumlah  Personil yang  cukup
2)   Kelemahan (Weakneses)
a)      Rendahnya Sumber Daya Manusia Aparat.
b)      Kurangnya  Sarana  dan  Prasarana  penunjang  pekerjaan.
c)      Kurangnya  disiplin  aparat.
b.      Faktor  Eksternal
1)   Peluang (Opportunities)
a)  Adanya  Peningkatan  PAD
b)  Adanya  Peningkatan  Pelayanan  Kepada Masyarakat.
c)  Adanya  Peningkatan  Investasi.
2)  Ancaman (Threats)
a)      Koordinasi  tidak berjalan  dengan  baik.
b)      Kurangnya  partisipasi  masyarakat.
c)      Pelaksanaan  tugas  tidak  optimal.
4.       Tujuan
Penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kehidupan kemasyarakatan serta pengelolaan administrasi yang komprehensif adalah merupakan tujuan utama dari Bagian Administrasi Pembangunan untuk mendukung kelancaranan dan efektivitas pembangunan di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Pemerintah  Bagian Administrasi Pembangunan  untuk  merealisasikan  hal  tersebut  mempunyai  tujuan  yaitu  :
a)       Meningkatkan   profesionalisme  aparatur  dalam  menjalankan  tugas  dan  pekerjaannya.
b)      Meningkatkan  pengawasan  terhadap  pelaksanaan  tugas  dan  pekerjaan  aparat.
c)       Meningkatkan  koordinasi  dalam  pelaksanaan  tugas dan  pekerjaan.

5.       Sasaran
Dalam  rangka  mewujudkan  tujuan yang  telah  ditetapkan tersebut, maka dirumuskan sasaran jangka pendek  yang  akan  dilaksanakan  selama  satu  tahun  anggaran   agar  nantinya dapat  memberikan manfaat  yang  realistis  sehingga  dapat  dilaksanakan dengan mudah dan terjangkau sesuai kondisi.  Disamping  itu,  agar dapat terukur lebih cepat dalam hal penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pengelolaan administrasi yang baik di lingkup Bagian Administrasi Pembangunan.
Adapun  sasaran  yang  akan  dicapai  untuk  mewujudkan  tujuan  tersebut  di  atas  adalah  sebagai  berikut   :
a)       Meningkatnya  kinerja  aparatur Bagian Administrasi Pembangunan .
b)      Meningkatnya  kesejahteraan  aparat Bagian Administrasi Pembangunan
c)       Meningkatnya  kompetensi  aparat Bagian Administrasi Pembangunan. 
6.       Indikator
Keadaan tingkat kinerja Aparatur pada Bagian Administrasi Pembangunan Pemerintah Kabupeten Sidenreng Rappang selama ini masih belum  optimal, hal tersebut dapat  dilihat  jika  diberikan suatu tugas  berdasarkan  bidang  masing-masing, maka seringkali tugas  tersebut  tidak dapat diselesaikan  dengan  baik,  tepat waktu, tepat biaya, sehingga  menimbulkan  kesan  tidak  efektif  dan  tidak   efisien  sesuai  dengan  apa  yang  diinginkan.
Untuk mengukur sejauh mana tingkat pencapaian tujuan dan sasaran  yang  telah  ditetapkan  tersebut dimana  berkaitan  dengan  dengan  profesionalisme  serta  kinerja  aparatur,  maka  indikator  yang  digunakan  untuk  mengukur  kondisi  tersebut,  maka  ditetapkan  indikator  yang  dikuantitatifkan sebagai pedoman atau acuan  untuk mengukur keberhasilan  sasaran   tersebut   yaitu  :
a.       Jumlah aparatur yang telah mengikuti pendidikan  dan  latihan.
b.       Jumlah  aparat  yang  telah  mengikuti  kursus  keterampilan.
c.       Jumlah  aparat yang  telah  mengikuti  bimbingan  teknis.
Untuk mengukur sejauh mana tingkat pencapaian tujuan dan sasaran  yang  telah  ditetapkan  tersebut, dimana  berkaitan    dengan  profesionalisme  serta  kinerja  aparatur,  maka  indikator  yang  digunakan untuk mengukur kondisi tersebut,  adalah  indikator  yang  dikuantitatifkan sebagai pedoman atau acuan  untuk mengukur keberhasilan  sasaran   tersebut   yaitu  :
a.       Jumlah aparatur yang telah mengikuti pendidikan  dan  latihan.
b.       Jumlah  aparat  yang  telah  mengikuti  kursus  keterampilan.
c.       Jumlah  aparat yang  telah  mengikuti  bimbingan  teknis.
Ketiga  indikator  pengukuran  tersebut  menjadi  penting,  karena  hal  tersebut  berhubungan  langsung  dengan  tuntutan  profesionalisme  aparat  dalam  melaksanakan tugas  dan pekerjaannya  dalam  rangka  meningkatkan  kinerjanya.
Untuk  mencapai  Visi  dan  Misi  organisasi,  maka  ditetapkan  tujuan, sasaran pembangunan dan indikator kinerja,  berdasarkan  hal  tersebut  maka  telah  dilakukan  identifikasi  melalui  kajian  analisis  yang  dilakukan  dan  telah  diungkapkan  pada  kondisi  atau  keadaan  sekarang  dari  unit  organisasi  Pemerintah  Bagian Administrasi Pembangunan.
Untuk  mengetahui  bagaimana  keadaan  atau  kondisi  yang  diinginkan  pada  masa  yang  akan  datang,  maka  terlebih  dahulu  harus  diketahui  tentang  apa  tujuan, sasaran  dan  alat   ukur  yang  akan  digunakan  untuk  dapat  memberikan  gambaran  tentang  bagaimana  keadaan  yang  diinginkan  pada   masa  yang  datang,  hal  tersebut  dapat  dicapai  melalui  penetapan  program  kerja.  Untuk  lebih  jelasnya  bagaimana  gambaran keadaan yang diinginkan pada  masa  yang akan datang   berkaitan  dengan  meningkatnya  kinerja  aparat  Bagian Administrasi Pembangunan, maka  terdapat  tiga  hal  untuk   dapat  mewujudkannya  yaitu  :  
1.       Jumlah  Aparat  yang  telah  mengikuti  Pendidikan  dan  Latihan,  Diklat  disini  baik  yang  fungsional  maupun  penjenjangan.
2.       Jumlah  aparat  yang  telah  mengikuti  kursus  keterampilan  yang  berkaitan  dengan  Tupoksi  mereka.
3.       Jumlah  Aparat  yang  telah  mengikuti  Bimbingan  Teknis,  hal  ini   juga  harus  berdasarkan  tugas  pokok  dan  fungsi  aparat.
BAHAN BACAAN
Dahlan,  Muh,  1991,  Manusia  Dalam  Organisasi,  Sinar  Agung,  Jakarta.
Effendi, Uchyana  Onong,  1992,  Manajemen  Sumber  Daya  Manusia  Suatu  Pengantar,  Alfabeta,  Bandung.
Gasverz,  Vincent,  1989,  Sistem  Informasi  Dalam  Manajemen,   Mandar  Maju,  Bandung.
Gie,  Liang,  The,  1980,  Administrasi  Perkantoran  Modern,  Raja  Indra,  Jakarta.
Hasibuan,  Malayu.  S.P,  1992,  Manajemen  Dasar,  Rajawali  Pres, Jakarta.
Moenir, H.A.S,  1996,  Manajemen  Pelayanan  Umum  di  Indonesia,  Bumi  Aksara,  Jakarta.
Peraturan  Pemerintah  Nomor  6  Tahun  1988,  Tentang  Koordinasi  Kegiatan  Istansi  Vertikal  Di  Daerah.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar